saw

http://dl9.glitter-graphics.net/pub/690/690739pesbqr6dqw.gif

Minggu, 02 November 2014

BANGSA PEMUDA


Anakku,

simpan segala yang kau tahu.

jangan ceritakan deritaku dan sakitku kepada rakyat,

biarkan aku menjadi korban asal Indonesia tetap bersatu.

ini aku lakukan demi kesatuan, persatuan, keutuhan dan kejayaan bangsa.

jadikan deritaku ini sebagai kesaksian,

bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya.

karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat

dan di atas segalanya adalah kekuasaan

Tuhan Yang Maha Esa.

PERJUANGANKU LEBIH MUDAH
KARENA MENGUSIR PENJAJAH,
TAPI PERJUANGANMU AKAN LEBIH SULIT
KARENA MELAWAN BANGSAMU SENDIRI
Sebuah Jaket Berlumur Darah

Sebuah jaket berlumur darah
Kami semua telah menatapmu
Telah pergi duka yang agung
Dalam kepedihan bertahun-tahun.

Sebuah sungai membatasi kita
Di bawah terik matahari Jakarta
Antara kebebasan dan penindasan
Berlapis senjata dan sangkur baja
Akan mundurkah kita sekarang
Seraya mengucapkan ’Selamat tinggal perjuangan’
Berikara setia kepada tirani
Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?.

Spanduk kumal itu, ya spanduk itu
Kami semua telah menatapmu
Dan di atas bangunan-bangunan
Menunduk bendera setengah tiang.

Pesan itu telah sampai kemana-mana
Melalui kendaraan yang melintas
Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan
Teriakan-teriakan di atas bis kota, pawai-pawai perkasa
Prosesi jenazah ke pemakaman
Mereka berkata
Semuanya berkata
Lanjutkan Perjuangan.


Taufik ismail